Biaya Konstruksi Tol Cisumdawu Naik Jadi Rp11 Triliun: Pengelola Tol Merespons Tantangan

Tol Cisumdawu menghadapi pembengkakan biaya, namun perusahaan tetap akan berinvestasi dalam pengembangan rest area senilai Rp750 miliar. (Bisnis.com)

Pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Jusuf Hamka mengungkapkan bahwa biaya konstruksi Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) telah meningkat dari perkiraan awal sebesar Rp8 triliun menjadi Rp11 triliun. Meskipun menghadapi kenaikan biaya yang signifikan, pengelola tol ini tetap berkomitmen untuk memajukan proyek tersebut. Tol Cisumdawu, yang diresmikan oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo) pada Juli lalu, merupakan salah satu infrastruktur penting yang diharapkan akan memudahkan akses ke Bandara Internasional Kertajati. Namun, pembangunan proyek ini telah menghadapi beberapa tantangan, termasuk kenaikan biaya konstruksi yang cukup besar.

Jusuf Hamka menyatakan bahwa meskipun Tol Cisumdawu menghadapi pembengkakan biaya, perusahaan tetap akan berinvestasi dalam pengembangan rest area senilai Rp750 miliar di tol tersebut. Rencana ini mencakup pembangunan hotel dan fasilitas pendukung lainnya yang akan menarik pengunjung dan membantu menutupi kerugian. Tujuan dari rest area ini juga adalah untuk memindahkan kepadatan dari Kota Bandung ke Sumedang.

Dalam pandangan Jusuf, pembangunan infrastruktur tidak hanya memberikan manfaat di dunia, tetapi juga di akhirat. Selain membuka akses ke daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, pembangunan ini juga menciptakan lapangan kerja yang mendukung perekonomian masyarakat.

Meskipun saat ini tol Tol Cisumdawu ini belum mencapai titik pengembalian modal, Jusuf Hamka yakin bahwa dalam 20 tahun ke depan, tol ini akan mampu mandiri secara finansial. Dalam pandangannya, proyek ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, biaya proyek Tol Cisumdawu mencapai Rp18,3 triliun. Proyek ini terdiri dari enam seksi, dengan beberapa bagian dibiayai oleh pemerintah melalui APBN sebagai bagian dari viability gap fund (VGF), sementara bagian lainnya dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), anak usaha CMNP, melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.

Pengelola tol ini tetap optimis bahwa pembangunan Tol Cisumdawu akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang, baik bagi perekonomian masyarakat maupun pengembangan infrastruktur di Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan sukses.