Transformasi Layanan Haji: BPKH Investasi di Sektor Katering dan Hotel

Menurut Kepala BPKH, Fadlul Imansyah memaparkan langkah investasi sektor katering dan hotel bertujuan untuk mengubah paradigma dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji. (Antaranews.com)

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui BPKH Limited, anak usahanya yang bertanggung jawab atas ekosistem haji dan umrah, mengambil langkah maju dengan berinvestasi sektor katering dan hotel di Arab Saudi. Investasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah dan haji.

Langkah investasi sektor katering merupakan bagian dari program Quick Win Project yang dilakukan oleh BPKH Limited. Dalam kerangka ini, BPKH Limited telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Agama dan membentuk kemitraan dengan berbagai pihak seperti penyedia akomodasi, pemasok, importir, dan agregator.

Menurut Kepala BPKH, Fadlul Imansyah memaparkan langkah ini bertujuan untuk mengubah paradigma dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji. Salah satu fokus utama dari Quick Win Project adalah meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 30% untuk konsumsi jemaah haji. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi jemaah, sambil juga mendukung pengusaha lokal dengan memperkenalkan produk-produk dan kuliner Indonesia di Tanah Suci.

Fadlul juga menyoroti pentingnya investasi ini dalam meningkatkan return yang optimal bagi BPKH, sambil juga memberikan layanan yang lebih baik dari segi penyelenggaraan dan operasional haji di masa mendatang.

Melalui investasi sektor katering dan hotel ini, Fadlul berharap Indonesia dapat memperoleh keuntungan dari arus modal haji yang mencapai Rp20 triliun per tahun. Sebagian dari uang tersebut diharapkan dapat kembali ke Indonesia melalui hasil investasi dan laba yang dihasilkan dari sektor akomodasi dan katering di Arab Saudi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPKH, Firmansyah N. Nazaroedin menjelaskan bahwa pendirian BPKH Limited di Arab Saudi adalah strategi BPKH untuk mengoptimalkan potensi imbal hasil dari investasi sektor katering dan hotel yang dilakukan di Tanah Suci. Keberadaan BPKH Limited diharapkan juga dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan haji Indonesia.

Menurut Mudir/Pengurus BPKH Limited, Sidiq Haryono, target awal BPKH Limited adalah mengontrak minimal satu hotel di Mekkah dan satu hotel di Madinah. Hotel-hotel ini akan dibranding ulang oleh BPKH Limited dan akan digunakan oleh seluruh jemaah Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan pilihan akomodasi yang lebih efisien dan nyaman bagi jemaah, dengan harga yang lebih terjangkau.

Diharapkan hotel-hotel yang disewa oleh BPKH Limited dapat mulai digunakan pada musim haji tahun depan. Hal ini diharapkan akan membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Demikian informasi seputar langkah BPKH yang memilih berinvestasi sektor katering dan hotel di Arab Saudi. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Wisatahouse.Com.