Jembatan Garuda: Penghormatan Kepada Sultan Hamid II dan Keunggulan Infrastruktur

Jembatan Garuda memiliki bentang 700 meter yang akan menghubungkan Jalan Bardan dan Siantan, mempermudah aksesibilitas dari pusat kota Pontianak menuju kawasan utara. (MediaIndonesia.com)

PT Kapuas Berkah Illahi bekerja sama dengan kontraktor China State Construction Overseas Development Shanghai untuk membangun Jembatan Garuda, sebuah jembatan baru yang akan melewati Sungai Kapuas. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2024, dengan rencana ground breaking pada Maret 2023.

Jembatan Garuda memiliki bentang 700 meter yang akan menghubungkan Jalan Bardan dan Siantan, mempermudah aksesibilitas dari pusat kota Pontianak menuju kawasan utara. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah kemacetan dan waktu tempuh yang sangat lama saat ini, karena masyarakat hanya perlu waktu 5-15 menit untuk mencapai kawasan utara Pontianak.

Sebelumnya, waktu tempuh sangat lama karena harus menggunakan kapal ferry yang memakan waktu 1-2 jam. Bila tidak menggunakan kapal ferry, maka solusinya adalah melewati jalan memutar yang jaraknya cukup jauh, yang memakan waktu 1-2 jam saat ada kemacetan.

Penamaan Jembatan Garuda sendiri dilakukan sebagai penghormatan kepada Sultan Hamid II, seorang tokoh pahlawan Pontianak yang merancang lambang Garuda sebagai lambang negara Indonesia. Jembatan dengan nama Garuda itu akan membantu percepatan akses dari pusat kota ke utara dan menunjang mobilitas masyarakat Pontianak. Dalam hal ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan bahwa investasi untuk Jembatan Garuda ini sangat penting untuk memenuhi tata ruang wilayah kota. Direktur Utama Kapuas Berkah Illahi Karsono juga menambahkan bahwa jembatan ini akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat Pontianak dan merupakan solusi yang tepat untuk masalah kemacetan dan waktu tempuh yang sangat lama saat ini.