Nilai Kredit Investasi Jadi Indikator Optimisme Ekonomi Nasional, Kenapa?

Aktivitas ekonomi dan investasi meningkat seiring menguatnya nilai kredit investasi di akhir 2025. (skorlife.com)

Nilai kredit investasi menunjukkan tren penguatan signifikan pada akhir 2025 dan menjadi sinyal positif bagi arah perekonomian nasional. Di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, peningkatan pembiayaan jangka menengah dan panjang ini mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi ke depan.

Berdasarkan Laporan Analisis Uang Beredar Bank Indonesia, pertumbuhan kredit investasi mencapai 17,8 persen secara tahunan pada November 2025. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 12,6 persen.

Kinerja ini juga melampaui pertumbuhan kredit industri secara keseluruhan yang hanya tumbuh 7,74 persen secara tahunan.

Nilai Kredit Investasi Melesat di Akhir 2025, Dunia Usaha Kian Percaya Diri

Bank Indonesia mencatat kenaikan nilai kredit investasi terutama didorong oleh sektor pengangkutan dan komunikasi, serta industri pengolahan. Kedua sektor tersebut konsisten menjadi penerima pembiayaan terbesar sejak awal kuartal IV 2025, seiring meningkatnya aktivitas logistik, manufaktur, dan distribusi nasional.

Asisten Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menilai tingginya nilai kredit investasi menjadi cerminan optimisme pelaku usaha terhadap ekspansi ekonomi jangka menengah dan panjang. Menurutnya, kredit investasi yang tumbuh kuat menandakan persepsi positif terhadap kondisi ekonomi di masa mendatang.

Pandangan serupa disampaikan Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Trioksa Siahaan. Ia menjelaskan bahwa lonjakan nilai kredit investasi pada kuartal terakhir 2025 sejalan dengan meningkatnya belanja swasta dan pemerintah di akhir tahun.

Memasuki awal 2026, arah kredit investasi akan sangat dipengaruhi oleh produktivitas belanja serta keberlanjutan ekspansi korporasi dan pemerintah.

Dari sisi perbankan, EVP Corporate Communication and Social Responsibility Bank Central Asia Hera F Haryn menyebut pertumbuhan kredit investasi BCA tetap terjaga. Hingga September 2025, kredit investasi BCA tumbuh 24 persen secara tahunan dan mencapai Rp305 triliun.

Penyaluran kredit difokuskan pada sektor potensial dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin.

Tren serupa juga terlihat di bank daerah. Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY Raden Agus Trimurjanto mengungkapkan bahwa nilai kredit investasi BPD DIY tumbuh 10,65 persen secara tahunan per November 2025 menjadi Rp2,71 triliun, didorong sektor pariwisata, akomodasi, serta makanan dan minuman.

Kenaikan nilai kredit investasi di akhir 2025 menjadi indikator kuat optimisme ekonomi nasional. Dengan penyaluran yang tetap pruden, kredit investasi berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi pada 2026.

Demikian informasi seputar pertumbuhan nilai kredit investasi. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Wisatahouse.Com.